Rabu, 18 Januari 2012

GEREJA TUA MANDOMAI

Salah satu peninggalan budaya yang dimiliki Kabupaten Kapuas dan cukup menarik perhatian dari sisi historis adalah Gereja Tua di Mandomai, Kecamatan Kapuas Barat. Gereja ini didirikan pada tahun 1855 oleh Pendeta Wiegand dan istrinya.


Setelah era itu berlalu maka pada tahun 1870 gereja kemudian dilanjutkan pengelolaannya oleh C.C. Mendrich.


Pada tahun 1876, atas bantuan Zending Bremen gereja Mandomai ini memperoleh bantuan 3 (tiga) buah mozaik. Ternyata kemudian mozaik sejenis hanya ada 2 (dua) buah saja di seluruh dunia yaitu mozaik milik Gereja Tua Mandomai dan yang tersisa di Bremen, Jerman.


Para pemeluk Kristen generasi awal di Mandomai antara lain keluarga Mihing, Pembantu Pendeta Deniger di Palingkau, keluarga Djatta, Sandan dan Guru Yohanes Ahad.


Sejak tahun 1925 aktivitas misi diserahkan kepada Zendind Basel Swiss. Selanjutnya pada bulan April tahun 1935 gereja tua Mandomai kemudian diberi nama Gereja Dayak Evangelis yang seterusnya berkembang menjadi cikal bakal lahirnya Gereja Kalimantan Evangelis (GKE).

Adapun bumiputra Dayak yang ditasbih adalah Pendeta T.I. Dingang, Edward Dohong, Rudolf Kiting, Madimas Blantan dan Pendeta Gerson Akat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar