Minggu, 24 April 2011

SANGGAR RIAK NYALONG KUALA KAPUAS MERIAHKAN WORLD DANCE DAY 2011 DI SOLO

Sumber bahan dan foto : Ozzi Burrahman
Ditulis oleh Syamsuddin Rudiannoor, S.Sos
Posted on by disporabudparkapuas
 


Sanggar Tari “Riak Nyalong” Kuala Kapuas dipercaya kembali untuk tampil pada even tari internasional. Kali ini mereka akan menyemarakkan “World Dance Day” di kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 29 April 2011.




Kita semua mengetahui “Riak Nyalong” telah mengharumkan nama Provinsi Kalimantan Tengah pada Lanjong Art Festival 2011 yang digelar tanggal 5-13 Februari 2011 di kota Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.  Pada saat itu Riak Nyalong sukses besar  menyabet dua gelar juara, yakni  Tari Kontemporer Terbaik serta Penata Rias dan Busana Terbaik. Dalam ajang yang berlangsung ketat ini penjurian dilakukan oleh para juri internasional, terdiri dari Rianto (Jakarta), Natsuki Hayashi (Jepang), Nicole Legette (Chicago, Amerika Serikat), serta Fitri Setyaningsih (Jogjakarta).




Karena prestasi inilah maka kita yakin Riak Nyalong akan kembali mengibarkan bendera Kabupaten Kapuas dan Provinsi Kalimantan Tengah di ajang internasional. Selamat berjuang dan sukses selalu.


Sekedar flashback, pada tahun 1982, UNESCO mencanangkan tanggal 29 April sebagai “World Dance Day” dan setiap tahun insan tari di seluruh dunia memperingatinya dengan berbagai aktivitas tari. Kesuksesan Institus Seni Indonesia (ISI) Surakarta tahun 2007, 2008, 2009 dan kerjasama ISI Surakarta dengan Pemerintah Kota Surakarta sebagai pelaksana peringatan Hari Tari Dunia tahun 2010 dengan tema “SOLO 24 JAM MENARI”, mendorong semua pendukung acara, institusi, panitia, performer, penonton dan kritikus tari sepakat bahwa even World Dance Day setiap tanggal 29 April dijadikan even besar dunia tari di Indonesia.




Keikut-sertaan “RIAK NYALONG” dalam World Dance Day 2011 dengan tema “Go Out to Dance for Harmony” (Excellent Persona, Excellent Community) ini adalah berkat prestasi sebelumnya di Lanjong Art Festival sehingga mereka diundang secara khusus untuk memeriahkan gelar spektakuler “SOLO 24 JAM MENARI.



Dalam World Dance Day tahun 2011 di Surakarta didukung oleh sanggar tari di kota Solo, Sekolah-sekolah (SD, SMP, SMA, SMK, guru tari) kota Solo, Dinas Pariwisata kota Surakarta, DIKPORA Kota Surakarta, Kraton Kasunanan Surakarta, Kraton Kasultanan Yogyakarta, Pura Pakualaman Yogyakarta, Pura Mangkunegaran Surakarta, RRI Surakarta, Wayang Orang Sriwedari, seluruh civitas akademika ISI Surakarta, Perguruan Tinggi dan Perguruan Tinggi Seni di Indonesia, Pemerintah Daerah (Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, Sumatra Barat, Kalimantan Timur, Papua, Lampung, DKI Jakarta, Bali, Sumbawa, Semarang, Pekan Baru, Sumatera Selatan), serta peserta dari luar negeri (Singapura, Malaysia, Bunei, Jepang, Taiwan, Korea). Kesemuanya akan bersama menyatu dalam GELAR SOLO 24 JAM MENARI.




Dalam menerjunkan diri pada Gelar “Solo 24 Jam Menari” 2011, Sanggar Riak Nyalong Kuala Kapuas berangkat dengan membawa 17 orang personil. Riak Nyalong akan menampilkan 2 (dua) buah tarian yaitu tari tradisional berjudul “Lontung Batuah” dan tarian pesisir “Nurun alan Nur”.  Tim dipimpin langsung oleh Ketua Sanggar Ragus Rumbang, S, Pd, M.Pd dan sekretaris Dessy Krisnatalia. Rombongan ini akan bergabung dengan seribu penari dari berbagai provinsi dan negara pada acara pembukaan dan berbaur pula dalam samudra tari dunia dengan tidak kurang dari tiga ribu penari secara keseluruhan.
Viva Riak Nyalong!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar