Selasa, 10 Juli 2012

Pengukuhan dan Pembinaan POKDARWIS Kalteng 2012 di Kuala Kapuas

 
Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah menggelar penyuluhan kelompok sadar wisata guna mendukung pembangunan sektor pariwisata di daerah itu.

“Kegiatan yang dilaksanakan ini adalah program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenperaf) RI,” kata Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Kabupaten Kapuas, I Wayan Arnatha S, SH di Kuala Kapuas, Sabtu 7 Juli 2012.

Dia mengatakan, kegiatan itu dibuka oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenperaf RI, Drs Bakrie MM.

Pada pembukaannya dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalteng, Ir Godlin, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas I Dewa Gde Oka Ariawan mewakili Bupati Kapuas Muhammad Mawardi.

I Wayan Arnatha mengatakan, penyuluhan Pokdarwis itu dimaksudkan untuk memberi pengetahuan yang nantinya disampaikan kepada masyarakat di daerah objek dan daya tarik wisata daerah tersebut.

“Pengetahuan ini penting bagi peserta yang datang dari berbagai lembaga swasta, sehingga mereka mengetahui potensi dan menguasai sejarah yang terdapat di Kapuas,” ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan ini diikuti sekitar 73 orang peserta yang terdiri dari enam Pokdarwis, belum termasuk undangan dari perhotelan, restoran atau rumah makan, biro perjalanan serta dari Disporabudpar Kabupaten Kapuas.

Enam kelompok sadar wisata adalah Pokdarwis Pantai Gabang Indah, Desa Batanjung Kecamatan Kapuas Kuala, Pokdarwis Pulau Telo Desa Pulau Telo Kecamatan Selat.

Di samping juga ada Pokdarwis Batang Garing Desa Dahiring Kecamatan Kapuas Hilir, Pokdarwis Pulau Lampahen Desa Pulau Keladan Kecamatan Mantangai.

Selain itu juga ada Pokdarwis Anugerah Hampayang, Desa Sei Hanyu Kecamatan Kapuas Hulu serta Pokdarwis Puruk Muntei Desa Baronang Kecamatan Kapuas Tengah.

“Dengan kegiatan ini salah satu cara untuk memajukan pembangunan didaerah ini, khususnya disektor pariwisata,” katanya.(Antara)

UPACARA NGABEN DI BASARANG

Pada hari Jum’at tanggal 6 Juli 2012  dilaksanakan ritual kematian Agama Hindu Dharma “Ngaben” di Basarang, Kabupaten Kapuas. Umat Hindu kota Kuala Kapuas, Palangka Raya  dan pengunjung berbaur memadati Balai Banjar Merta Sari dan jalanan lintas Kalimantan Km 12 Kapuas – Palangka Raya, tepatnya desa Batu Nindan. Pada saat terjadi puncak upacara maka saat itu juga terjadi kemacetan di jalan raya.

Pada Ngaben tahun ini ummat Hindu Kuala Kapuas mengupacarakan 34 sawe atau tulang dan 59 ngelungah atau tulang bayi yang meninggal dibawah umur 3 tahun, yang akan dibakar atau ngaben. Dalam kepercayaan Hindu Dharma kegiatan ngaben ini sesuatu ritual wajib untuk kesempurnaan perikehidupan umatnya.

Ngaben tahun ini dihadiri oleh Bupati Kapuas Ir. H Muhammad Mawardi, Sekretaris Daerah Drs. H Nurul Edy, Msi, Asisten Sekda Drs. Johansyah MDA, PHDI Provinsi Kalimantan Tengah dan beberapa pejabat, tokoh-tokoh masyarakat dan pengunjung lainnya.

Upacara ngaben di Basarang ini tidak ayal membutuhkan biaya cukup besar sehingga peristiwa semacam ini tergolong unik, langka dan sangat menarik untuk disaksikan. Semoga saja kegiatan Ngaben di Kabupaten Kapuas bisa dikelola sebaik mungkin sehingga dapat menjadi  daya tarik wisata bagi daerah ini.

Rabu, 04 Juli 2012

Wayang Jawa Syukuran Anugerah Gelar Kraton untuk Bupati Kapuas

Malam Minggu tanggal 30 Juni 2012 diadakan pagelaran wayang kulit di Lapangan Bukit Ngalangkang Kuala Kapuas dengan dalang Ki Anyoman Hadisono dari Jawa Timur. Malam itu lakon yang dibawakan adalah “Mbangun Amarta ” yang merupakan Babad Alas Wonomarto.


Penampilan Wayang Jawa di Kuala Kapuas ini digelar dalam rangka hajat syukuran atas  penganugerahan gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) dari Kraton Surakarta kepada Bupati Kapuas Ir. H.M. Mawardi, M.M. Karenanya hadir dalam acara tersebut Poro Gusti Kanjeng Ratu Pengageng Kraton Surakarta Hadingrat GKR Galuh Kencono, GKR Retno Dumilah, SH, MKn, Dra. GKR Wandan Sari, M.Pd. Dr. KP Wirabhumi, SH, MM. dan BRAj Salindri.

Hadir dalam kegiatan ini bintang lawak dan wayangan Jawa Timur “Kirun”. Pelawak Kirun tidak asing bagi masyarakat Jawa karena langganan muncul di layar tv dan cukup tersohor pada tahun 90-an di stasiun TVRI Surabaya bersama “Depot Jamu Kirun”.

Senin, 02 Juli 2012

BUPATI KAPUAS MOTOPRIX 2012



 
Kuala Kapuas menggelar Kejuaraan Daerah Seri III Bupati Kapuas Motoprix 2012 di Sirkuit Panunjung Tarung, Kuala Kapuas pada Minggu (23-6-2012). Pada hari itu berjubel penonton berdatangan menyaksikan pembalap-pembalap Kalsel-Kalteng-Kaltim  beradu cepat memacu motornya.


Bupati Kapuas HM Mawardi membuka kejurda dan menyatakan gembira melihat majunya perkembangan balap motor. Untuk itu Mawardi memberikan bonus bagi juara I-V sebesar Rp15 juta.

Sementara, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalteng yang diwakili Ketua Bidang Kegiatan Olahraga Satriadi Upaya mengatakan bahwa kegiatan ini adalah lanjutan dari Seri I yang dilaksanakan di Kota Palangka Raya dan Seri II di Buntok, Barito Selatan.

Berdasarkan data kegiatan di Kapuas ini sangat membanggakan karena peserta 163, stater-nya 315 starter dan ini adalah pemecahan rekor starter terbanyak dari seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan oleh IMI Kalteng selama ini.

Hasil dari kejuaraan tersebut, Bagus Saputra dari Berkat Karya Haji Najidi (BHKN) Palangka Raya menjadi yang terbaik terbaik dengan nilai 63. Ia berhak mendapat hadiah utama sebuah sepeda motor Suzuki Titan off the road dan uang pembinaan Rp5 juta.  Juara II  Febry Ardinata (41), Juara III Rudi Salim (Kaltim) poin 36, dan Hadori (Kalsel) serta Fendy Setiawan (BHKN Palangka Raya).

Sementara itu untuk pemula Kapuas tercatat ada 63 peserta yaitu kelas Matic 4 tak standard Showroom pemula Kapuas, adalah perkembangan yang baik dimata Korwil IMI Kapuas karena para pembalap yang ikut banyak diminati.

Sementara Radar Banjarmasin, 26 Juni 2012 mengabarkan, Dunia otomotif banua benar-benar berduka akibat tewasnya racer berbakat asal Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Panji Asmara Putra (24), Warga Rombongan 4 Desa Sumber Makmur Kecamatan Takisung, di Kejurda Roadrace Motoprix Kapuas, Minggu sore (24/6).  Akibat kejadian ini   Merdeka (2012-06-25) menyebutkan:  Koordinator Wilayah (Korwil) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah akan mengevaluasi Kejuaraan Daerah (Kejurda) Balap Motor Seri III yang dilaksanakan di Sirkuit Panunjung Tarung, Minggu (24/6).

“Kami dari Korwil IMI Kabupaten Kapuas akan mengevaluasi dari berbagai aspek terhadap pelaksanaan Kejurda Balap Motor Seri III tahun 2012 ini,” kata Ketua Korwil IMI Kabupaten Kapuas Heriyanto, di Kuala Kapuas, Senin (25/6).  Evaluasi tersebut dilakukan berkaitan dengan terjadinya kejadian kecelakaan yang mengakibatkan seorang pebalap dari Kalimantan Selatan meninggal dunia dan beberapa orang penonton luka-luka. Dengan adanya kejadian ini, Heriyanto belum bisa memastikan Kabupaten Kapuas pada 2013 akan dapat melaksanakan kejuaraan motor.

Selasa, 19 Juni 2012

RAPAT PERSIAPAN KABUPATEN KAPUAS MENUJU KEJURDA DRUM BAND 2012 DI SERUYAN


Pada hari Selasa tanggal 19 Juni 2012 Pukul 09.00-11.00 WIB dilaksanakan Rapat Persiapan Kabupaten Kapuas menuju Kejuaraan Daerah Drumband Gubernur Cup X di Kabupaten Seruyan. Rapat dipimpin Asisten l Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas, didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Drs. Raden Ledi Karsapati R Mathias  dan Kepala Bidang Pemuda Disporabudpar Kabupaten Kapuas Ir. Saripudin.


Rapat yang dilaksanakan di ruang  Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas itu dihadiri oleh dua Kabag dilingkungan Pemda Kapuas, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Kabid Olahraga Disporabudpar, pengurus Drumband Pramuka Kabupaten Kapuas, pengurus Drumband Bahana Gita Praja Kuala Kapuas dan beberapa undangan lainnya.


Rapat memutuskan bahwa Kabupaten Kapuas akan mengikuti Kejurda Drumband Gubernur Cup X Tahun 2012 yang akan dilaksanakan pada 6-10 Juli 2012 di Kuala Pembuang, kabupaten Seruyan dengan kekuatan 60 (enam puluh) orang anggota drumband, 2 pelatih, official, beberapa orang pendamping dan peninjau.


Dalam kejurda tahun 2012 nanti Kabupaten Kapuas akan berusaha mengikuti semua nomor lomba antara lain katagori Lomba Baris berbaris, Unjuk Gelar, Perorangan, Ketahanan, Padarampak dan nomor lainnya.


Diharapkan dalam pemberangkatan rombongan ke Seruyan nanti kiranya dapat dilepas secara resmi oleh Bapak Bupati Kapuas.

Senin, 18 Juni 2012

TEMUAN ARKEOLOGI TERBARU DI KUALA KAPUAS (5), QUO VADIS…. ?

Posted by Syamsuddin Rudiannoor, S. Sos


Temuan Arkeologi terbaru berupa kapal karam di perairan desa Pangkalan Sari kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas telah dinyatakan sebagai benda cagar budaya yang khas sehingga direkomendasikan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010. Hal ini tertuang dalam surat Balai Arkeologi Banjarmasin  Nomor : PL.0401/BalarBJM/KPK/04.VI/2010 tanggal 4 Juni 2012  Hal : Rekomendasi Temuan Kapal.


Lalu bagai mana Pemerintah Daerah menanggapinya? Fihak Dinas Pemuda, Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas selaku salah satu pemangku kepentingan (stake holder) dan instansi terdepan (leading sector) kebudayaan di daerah sepakat dengan rekomendasi Balai Arkeologi Banjarmasin sehingga menyampaikan surat kepada Bapak Bupati dan menyampaikan beberapa hal.

Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas meminta agar Pemerintah Daerah mendukung saran Balai Arkeologi Banjarmasin yang merekomendasikan kapal karam dan lokasinya sebagai open site museum untuk kepentingan sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan dan pariwisata.

Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas sangat memohon dukungan dari Bupati, DPRD Kabupaten Kapuas, Pemerintah Provinsi Kalteng, bahkan Pemerintah Pusat dan fihak-fihak terkait lainnya agar situs desa Pangkalan Sari dapat diwujudkan menjadi cagar budaya dan daya tarik wisata daerah.

Sekedar diketahui…, ada beberapa daerah di Kalimantan Tengah sudah menetapkan beberapa tinggalan masa lalu sebagai museum atau benda cagar budaya walau pun dari sisi usia belum terlalu tua. Misalnya…, kota Palangka Raya telah menetapkan Pelabuhan Rambang lama, Tugu Soekarno dan Mess Daerah sebagai benda cagar budaya padahal semua itu belum ada sebelum tahun 1957.


Kabupaten Barito Selatan menetapkan kapal Barsel 1 sebagai benda cagar budaya padahal Kapal DDN (Departemen Dalam Negeri) itu merupakan kendaraan dinas Bupati Barito Selatan antara tahun 1965-1970.


Pertanyaannya, apakah kabupaten Kapuas tidak berhasil menjadikan temuan kapal karam Pangkalan Sari sebagai museum terbuka atau benda cagar budaya padahal dari berbagai sisi temuan ini memiliki keunggulan yang luar biasa?

TEMUAN ARKEOLOGI TERBARU DI KUALA KAPUAS (4)

Posted by Syamsuddin Rudiannoor, S. Sos

4. Menurut Lukas Parta Koestoro, DEA (Peneliti Arkeologi Maritime), besi-besi panjang yang tampak pada foto adalah bagian dari engsel pintu atau jendela. Obyek tersebut adalah engsel jepit yakni dua ruas besi yang disatukan untuk menjempit daun pintu atau daun jendela yang akan disanggahnya.


5. Roda beton yang tampak pada foto diperkirakan merupakan bagian dari suatu peralatan di kapal yang berfungsi sebagai alat pemberat. Pada crane atau alat derek, roda beton atau balok beton digunakan untuk menjaga keseimbangan saat digunakan. Jumlahnya tidak hanya satu tetapi tergantung pada imbangan berat yang diinginkan.


6. Bilah-bilah kayu pada foto diatas merupakan bagian dari tong kayu dari pohon oak yang tidak terdapat di Indonesia. Tong kayu ini biasanya digunakan untuk menyimpan minuman seperti bir anggur (wine) sehingga disebut wine barrel. Para pembuat tong anggur (cooper) memiliki preferensi menggunakan kayu oak sebagai bahan tong anggur karena memiliki serat kayu, porositas dan kandungan tanin yang bagus untuk menghasilkan kualitas minuman yang bagus pula. Terdapat lima hutan di Perancis yang ditumbuhi pohon kayu French oak dan memiliki kualitas yang memadai yaitu Allier, Limousin, Nevers, Trancais dan Vosges. Sebuah barrel anggur terdiri dari bilah-bilah kayu yang dibentuk melengkung dengan kedua ujungnya rata. Bilah-bilah tersebut dirakit dan dijepit dengan plaat (lempengan) bulat dari logam sebanyak enam atau delapan buah. Plaat tersebut biasanya berbahan besi yang dilapis seng (zinc) khusus untuk tong anggur, sedangkan baja untuk tong whiskey. Agar kedap air, saat merakit tong anggur terdapat tiga plaat logam yang direkatkan secara permanen pada tong dengan cara memanggangnya di atas api kecil. Banyak sedikitnya arang yang dihasilkan oleh pemanggangan tersebut akan berdampak pada usia dan kualitas minuman anggur dalam tong. Masa pakai tong anggur adalah lima tahun, setelah itu akan mempengaruhi cita rasa minuman anggur. Namun dapat  juga direstorasi dengan cara mengeruk lapisan sisa-sisa anggur di dalam tong lalu dibakar atau menambah lapisan tipis kayu oak di dalamnya. Hal ini dapat memperpanjang  usia tong sampai sepuluh tahun. Setelah masa pakainya berakhir, bilah-bilah kayu tersebut biasanya dipotong jadi dua untuk digunakan sebagai wadah penyemaian tanaman. Masyarakat di Indonesia tidak pernah mengenal teknologi pembuatan dan penggunaan tong kayu tersebut dengan demikian temuan ini mengindikasikan bilah-bilah bekas tong tersebut memang sengaja dibawa ke perairan Kapuas dan menjadi bagian penyimpanan logistik kapal karam tersebut.