Minggu, 11 September 2011

HAORNAS KE-28 TAHUN 2011 TINGKAT KABUPATEN KAPUAS



Pada hari Jumat tanggal 9 September 2011 dilaksanakan serangkaian kegiatan dalam rangka menyemarakkan Hari Olah Raga Nasional (HAORNAS) ke-28 Tahun 2011 Tingkat Kabupaten Kapuas di Kuala Kapuas.



Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 06.00 WIB pagi berupa Jalan Sehat Massal, Apel Haornas dan Senam Massal, mengambil tempat di halaman kantor Bupati Kapuas, Jalan Pemuda sampai bundaran Maskot kota Kuala Kapuas.



Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Kapuas Ir. H. Muhammad Mawardi, dengan dihadiri oleh Wakil Bupati Kapuas Suraria Nahan, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Drs. Nurul Edy, para Asisten dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas, Dandim Kapuas, Kapolres Kapuas, Kepala Kejaksaan Negeri Kuala Kapuas dan para Kepala Dinas Instansi Tingkat Kabupaten Kapuas berikut para pegawai dilingkup Satuan Kerja Pemerintah Kabupaten Kapuas.



Kegiatan Haornas tahun 2011 tersebut disamping untuk terus memasyarakatkan olah raga kepada semua lapisan masyarakat, juga sebagai ajang silaturahmi diantara para pejabat dan pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas.



Seusai seluruh peserta mengikuti jalan sehat massal, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan apel peringatan Hari Olah Raga Nasioanal Tingkat Kabupateen Kapuas Tahun 2011 dengan Pembina Upacara Bapak Bupati Kapuas.



Usai pelaksanaan apel selanjutnya kegiatan diteruskan dengan aktifitas senam  massal.



Tanpa terasa berakhirlah sudah seluruh rangkaian kegiatan Hari Olah Raga Nasional ke-28 Tahun 2011 Tingkat Kabupaten Kapuas.


Melengkapi kegembiraan pada hari itu selanjutnya Panitia Pelaksana Haornas Tingkat Kabupaten Kapuas melaksanakan pencambutan undian dan membagikan doorprizes bagi para peserta yang beruntung.


Adapun berbagai hadiah yang dibagikan kepada para pemenang doorprizes terdiri dari 5 (lima) buah kipas angin, 4 (empat) buah rice cooker dan 15 (lima belas) buah jam dinding.


Rabu, 07 September 2011

MANDAI, lauk dari kulit cempedak



Kabupaten Kapuas masih merupakan penghasil cempedak terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah, terutama kecamatan Basarang, Kapuas Kuala, Timpah dan Kapuas Timur.



Bagi masyarakat Dayak dan Banjar / Hulu Sungai, manfaat buah cempedak tidak terbatas pada isinya yang gurih manis namun juga kulitnya yang mirip kulit buah nangka. Oleh karena itu, kulit buah cempedak merupakan makanan khas yang sudah sangat biasa dijadikan lauk untuk pendamping makan nasi.
 


Olahan kulit cempedak yang dijadikan lauk makan biasanya dinamakan MANDAI dan istilah ini dikenal luas di seluruh Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.



Kabupaten Kapuas telah beberapa kali ikut memamerkan mandai sebagai lauk makan khas masyarakat Kapuas, diantaranya dalam Pameran Kalteng Expo di Palangka Raya pada 19-24 Mei 2011 di Palangka Raya.



Dalam pameran tersebut  Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas menampilkan bahan pamer “Sambal Goreng Mandai”.


KUALA KAPUAS KOTA ADIPURA



Sebagaimana diketahui, Bupati Kapuas Ir. HM Mawardi atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Kapuas telah menerima Piagam Adipura dari Menteri Negara Lingkungan Hidup RI  Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS pada hari Selasa malam tanggal 7 Juni 2011 di Balai Kartini Jakarta. Kota Kuala Kapuas dinilai berhasil dalam pembinaan lingkungan sehingga berhak meraih Adipura untuk katagori kota kecil, bersih dan hijau.


Dalam upaya terus meningkatkan keindahan dan kebersihan kota, pemerintah Kabupaten Kapuas giat mempertahankan prestasi yang telah diraih, bahkan semakin kuat mengembangkan upaya peningkatan penataan kota dan keindahan lingkungan.


Kabupaten Kapuas terus membangun taman-taman kota di beberapa lokasi seperti Bundaran Besar, simpang jalan Ahmad Yani-Tambun Bungai, taman dermaga KP3  dan beberapa sudut kota lainnya.



Mempertahankan dan meningkatkan status Kuala Kapuas sebagai kota Adipura bukanlah pekerjaan sederhana. Oleh karena itu kerja keras dinas pengelola kebersihan kabupaten Kapuas sangat patut diapresiasi dan tidak berkelebihan apabila diucapan terima kasih secara khusus.


Dengan berkembangnya Kuala Kapuas menuju kota moderen yang aman, indah dan rapi  maka tidak menutup kemungkinan Kuala Kapuas akan menjadi kota idaman yang nyaman dimasa depan.

Selasa, 06 September 2011

TAPAI ANSTERDAM, KUDAPAN KHAS KUALA KAPUAS



Kudapan hari raya khas masyarakat Kuala Kapuas khususnya yang berdomisili di Anjir Serapat adalah tapai atau tape.  Makanan ringan ini  senantiasa ada dalam suguhan bagi para tamu yang datang bersilaturrahim.



Tapai Kuala Kapuas yang diproduksi secara terus-menerus oleh penduduk Anjir Serapat khususnya Anjir Serapat Dalam adalah Tapai Jawau atau Tape Singkong, juga Tapai Pulut/Lakatan atau Tape Ketan.



Tape singkong dan tape ketan khas Kuala Kapuas ini dikenal juga dengan sebutan Tapai Ansterdam yang artinya Tapai bikinan Anjir Serapat Dalam atau Ansterdam.



Tapai Ansterdam telah berulang kali dipromosikan oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam berbagai kesempatan seperti Kalteng Expo, Pameran Nasional Hasil Produksi Pertanian dan ajang pemasaran luar daerah lainnya.



Bupati Kapuas Ir H Muhammad Mawardi berkenan pula mempromosikan tapai Ansterdam dalam berbagai kesempatan, salah satu diantaranya pada Malam Ramah Tamah Pemerintah Kabupaten Kapuas dengan Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada pada tanggal 11 Pebruari 2011 di Kuala Kapuas.

Senin, 22 Agustus 2011

PADANG RUMPUT DI PANTAI CEMARA LABAT




Salah satu keunikan disekitar pantai Cemara Labat di kecamatan Kapuas Kuala adalah padang terbuka atau padang rumput liar.



Padang terbuka berupa tanah lapang luas ini terletak antara pantai Cemara Labat dan hutan mangrove atau desa Cemara Labat. Antara pantai dan padang rumput ini dipisahkan oleh tanggul tanah yang membujur menyekat diantara keduanya.



Padang rumput luas ini sebagian dimanfaatkan oleh para petani lokal untuk berladang  sedangkan sebagian besarnya masih berupa hamparan rumput yang luas membentang.



Hasil pertanian yang didapat oleh para petani setelah memanfaatkan hamparan luas terbuka di pantai Cemara Labat adalah singkong, jagung, ubi kayu, ubi jalar, terong, lombok, kacang-kacangan dan sayur-sayuran. Dan pada musim-musim tertentu dihasilkan pula semangka, waluh, mentimun dan tanaman pertanian lainnya.



Ciri utama berhuma di padang rumput Cemara Labat adalah pemanfaatan humus dan sampah laut yang dibawa deburan ombak laut Jawa sehingga pertanian di sini sama sekali tanpa pupuk apa pun.



Padang rumput Pantai Cemara Labat dihuni oleh beraneka jenis kupu-kupu terutama kupu-kupu kecil berwarna hitam, coklat, kuning dan putih.



Kawasan ini juga dihuni oleh musang, biawak, burung-burung kecil penghisap bunga padang dan ular. Yang terbanyak didapati di padang ini adalah belalang.

Kamis, 18 Agustus 2011

MONYET BAKAU DI PANTAI CEMARA LABAT


Kabupaten Kapuas sungguh memiliki wilayah yang kaya flora dan fauna khas Kalimantan. Salah satu bukti kekayaan itu adalah kawanan monyet yang hidup bebas di hutan bakau di sekitar Pantai Cemara Labat, Kecamatan Kapuas Kuala.


Dari pantauan yang dilakukan ditemukan bahwa monyet di sekitar desa dan pantai Cemara Labat berjumlah 3 kelompok dan setiap kelompok rata-rata beranggotakan sepuluh ekor.


Berdasarkan Wikipedia, Ensiklopedi Bebas, Monyet adalah istilah untuk semua anggota primata yang bukan prosimia ("pra-kera" seperti lemur dan tarsius) atau kera, baik yang tinggal di Dunia Lama maupun Dunia Baru.


Hingga saat ini dikenal 264 jenis monyet yang hidup di dunia. Tidak seperti kera, monyet biasanya berekor dan berukuran lebih kecil. Monyet diketahui dapat belajar dan menggunakan alat untuk membantunya dalam mendapatkan makanan.


Pengelompokan monyet bersifat parafiletik, karena monyet Dunia Lama (Cercopithecoidea) sebenarnya lebih dekat kekerabatan genetiknya dengan kera (Hominidae), daripada monyet Dunia Baru (Platyrrhini).


Adapun monyet yang terindenfikasi di hutan bakau Pantai Cemara Labat adalah monyet berekor panjang yang dalam sebutan masyarakat sebagai WARIK (Macaca fascicularis).


Monyet berekor panjang ini telah dimanfaatkan manusia sebagai hewan timangan atau hewan untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) adalah hewan yang paling biasa berinteraksi dengan manusia dan sering dipelihara, dijadikan hewan sirkus atau percobaan laboratorium. Ia juga primata pertama yang pernah ke angkasa luar.


Dengan eksisnya 3 (tiga) kawanan monyet di hutan bakau sekitar pantai dan desa Cemara Labat maka kabupaten Kapuas masih memiliki flora dan fauna yang bisa dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata maupun kawasan hutan lindung.






Rabu, 17 Agustus 2011

ANAK-ANAK PENCARI DAMAR DI PANTAI CEMARA LABAT



Adalah sebuah realita tatkala kita sempat berkunjung ke pantai Cemara Labat di Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas dan menemukan anak-anak kampung sedang hilir mudik di bibir pantai yang berlumpur tebal.



Ada apa? Apakah mereka bermain-main di air asin laut Jawa? Ternyata tidak. Rupanya mereka sedang mencari sesuatu diantara tumpukan sampah-sampah yang hilir mudik diterjangi gempuran ombak laut yang berair keruh.



Lalu apa yang mereka cari? Ternyata sekelompok anak-anak usia sekolah dasar ini sedang beradu jeli mencari hanyutan kayu-kayu damar sebagai usaha menambah perekonomian keluarga.



Dengan kenyataan ini dapat ditebak bahwa kondisi anak-anak usia sekolah dasar ternyata harus pula memikirkan kondisi perekonomian orang tua mereka, masih untung kalau mereka masih bersekolah pula.



Kumpulan sampah kayu damar yang berhasil dikumpulkan oleh anak-anak kampung di Pantai Cemara Labat ini akhirnya dijual kepada para pengumpul damar sehingga sejak dini mereka sudah belajar hidup mandiri dan berfikir secara ekonomi.



Inilah sepenggal fakta anak-anak usia sekolah yang ada di Pantai Cemara Labat, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah sebagai renungan untuk kita semua.