Selasa, 19 Juli 2011

KALIMANTAN TENGAH JUARA I PENTAS SENI JUMBARA NASIONAL 2011 DI GORONTALO

Posted on by disporabudparkapuas




Tim kesenian Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Kabupaten Kapuas meraih Juara I Tari pada ajang Pentas Seni Jumpa Bhakti Gembira Nasional  tahun 2011 di Provinsi Gorontalo.



Jumbara Nasional 2011 tersebut dilaksanakan pada tanggal 3 sampai 10 Juli 2011 bertempat lapangan terbuka panggung utama kota Gorontalo.



Dalam even tersebut Provinsi Kalimantan Tengah menampilkan tari TARUNG MANDAU dengan jumlah penari 10 orang terdiri 4 putra dan 6 putri.



Tarian TARUNG MANDAU dipersembahkan oleh Palang Merah Remaja (PMR) Kabupaten Kapuas bekerjasama dengan Sanggar Tari Daerah “Tingang Menteng Pahunjung Tarung” Kuala Kapuas, dengan penata tari Erliansyah Narpan M Apoi, penata busana M. Noor Indra Mahendra dan penata musik Ari Pratama.



Kontingen provinsi Kalimantan Tengah dipimpin oleh ketua rombongan Dra. Marlina (PMI Provinsi Kalimantan Tengah) dan Zonnun Almikhri (PMI Kabupaten Kapuas).



Keberhasilan tim tari Kabupaten Kapuas meraih prestasi nasional ini tidak lepas dari pembinaan yang selama ini diberikan oleh Pembina / Ketua PMI Kabupaten Kapuas, Drs. Nurul Edy.



Sukses Provinsi Kalimantan Tengah meraih Jawara pada Jumbara Nasional 2011 di Provinsi Gorontalo merupakan keberhasilan menggembirakan karena pentas seni tersebut diikuti oleh seluruh tim seni dari semua provinsi di Indonesia dan 15 kontingen peserta mancanegara.



Adapun peringkat kejuaraan pada pentas seni tersebut adalah Juara I Provinsi Kalimantan Tengah, Juara II Provinsi Papua dan Juara III diraih Provinsi Bali. Sedangkan dari seluruh kegiatan yang diikuti, baik berupa jumpa bhakti UKS, donor darah, watsan, travelling, PP, lomba kebersihan, penanaman dan lain-lain, Provinsi Kalimantan Tengah meraih Peringkat IV Nasional.

Senin, 18 Juli 2011

FERRY KUALA KAPUAS

 


Salah satu keunikan Kuala Kapuas sebagai kota “AIR” adalah terus eksisnya kapal penyeberangan meskipun jalan darat sudah lancar tanpa hambatan.



Pengusaha yang sampai sekarang terus mengoperasikan ferry di Kuala Kapuas adalah HIKMAH BERSAMA.



Ferry Hikmah Bersama setiap hari melayani angkutan orang dan kendaraan roda dua sejak pukul 03.30 WIB subuh dan istirahat pukul 02.00 WIB larut malam.



Operasional ferry Hikmah Bersama setiap harinya ditopang 3 kapal penyeberangan yang secara bergiliran hilir mudik menyeberangkan kendaraan dan orang membelah sungai Kapuas Murung.



Kapal penyeberangan ini merupakan bagian dari keunikan transportasi rakyat di Kuala Kapuas sehingga merupakan poin tersendiri bagi pengayaan daya tarik wisata daerah Kabupaten Kapuas.



This entry was posted in PARIWISATA. Bookmark the permalink. Sunting

Minggu, 17 Juli 2011

NENY KHURNAINI, Perwakilan Putri Indonesia Kalimantan Tengah 2011





Ajang pemilihan Putri Indonesia Tahun 2011  untuk Regional Kalimantan akan dilaksanakan di Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 7 sampai 11 September 2011.


Dalam even tersebut finalis dari Kalimantan Tengah diwakili 6 (enam) orang peserta, yang salah satu diantaranya adalah Neny Khurnaini.


Neny Khurnaini lahir di Jombang (Jawa Timur) pada tanggal 04 Februari 1987. Dia menamatkan pendidikan prasekolah di TK Perwanida Palangka Raya, SD Negeri Langkai 12 Palangka Raya dan SMP Negeri 3 Jombang (2002). Selanjutnya Neny melanjutan pendidikan tingkat atas di SMA Telkom Darul Ulum Jombang (2005) dan menyelesaikan kuliah di STIKOM Surabaya pada Mei 2010.


Setamat dari STIKOM Surabaya, dalam tahun 2010 itu juga Neny kembali ke Palangka Raya dan mendaftarkan diri sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya.


Nasib baik memang sedang berfihak kepadanya. Lamaran sebagai pegawai negeri diterima dan terhitung 1 April 2011 Neny bertugas sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kapuas di Kuala Kapuas.

Dalam audisi Pemilihan Putri Indonedia tahun 2011 yang diselenggarakan oleh Yayasan Putri Indonesia dan Kalteng Pos di Gedung Kalteng Pos di Palangka Raya, Neny pun terpilih pula bersama 5 finalis lain dari Kalimantan Tengah untuk berlaga di tingkat regional Kalimantan di Balikpapan bulan September mendatang.

Semoga gerak langkah dan kreativitas yang dimiliki Neny dalam ajang Pemilihan Putri Indonesia dapat menjadi motivasi bagi paramuda lain di Kalimantan Tengah khususnya berdomisili di kabupaten Kapuas.

Meskipun berlaga dalam ajang Pemilihan Putri Indonesia, ternyata Neny bertekad untuk tetap mempertahankan penampilannya dengan memakai Jilbab karena baginya berjilbab adalah bagian dari hak pribadi sebagai seorang muslim dan mengenakan jilbab merupakan bagian dari kebhinneka-tunggal-ikaan bangsa Indonesia.


Dari Kuala Kapuas ke Pantai Cemara Labat

Teks dan foto oleh Syamsuddin Rudiannoor




Kabupaten Kapuas memiliki wilayah yang kaya potensi alam. Salah satu wilayah administrasi yang kaya itu adalah kecamatan Kapuas Kuala.


Berdasar surat tugas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Nomor 094/88/  DISPORA BUDPAR/VII/2011 tanggal 1 Juli 2011  dilaksanakan pendataan potensi alam dan budaya di kecamatan Kapuas Kuala selama 2 (dua) hari tanggal 4 – 5 Juli 2011 dengan rute Kuala Kapuas-Lupak-Pantai Cemara Labat (PP).


Diantara poin penting hasil perjalanan adalah :


Perjalanan dari Kuala Kapuas ke Lupak dan Pantai Cemara Labat dapat ditempuh dengan perjalanan darat (sepeda motor / mobil) dan sungai (speedboat / kelotok).


Perjalanan sungai mempergunakan speedboat memerlukan biaya lebih mahal dan waktu relatif singkat (1,5 – 2,5 jam) sementara mempergunakan kelotok biayanya lebih murah namun memakan waktu hingga 6 jam.


Kendala transportasi dengan perjalanan darat adalah jalan raya yang belum baik.



Potensi alam sebagai kelebihan yang dimiliki kecamatan Kapuas Kuala dan dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata diantaranya:



a. Hamparan persawahan yang sangat luas di sepanjang tepian jalan raya.



b. Kelompok hutan galam yang luas di tepi-tepi sawah dan ladang masyarakat.



c. Vegetasi hutan bakau (mangrove) di belakang desa Cemara Labat berikut hutan nipah dan padang purun.



d. Banyaknya aliran sungai, anjir dan handel / kanal yang diwarnai aktivitas keseharian masyarakat merupakan modal dasar pengembangan wisata susur sungai.



e. Pantai Cemara Labat dan kegiatan harian nelayan di laut Jawa.



f. Adanya genangan air yang luas sebagai lahan tambak yang bisa dikembangkan menjadi arena wisata pancing.



g. Adanya habitat kera dan burung bangau dalam jumlah cukup besar.



h. Berkembangnya ladang masyarakat di belakang tanggul pantai Cemara Labat.



Adapun kelemahan mendasar yang harus diperhatikan apabila ingin mengembangkan daerah ini menjadi daerah tujuan wisata adalah:



a. Telah ada badan jalan yang cukup lebar sampai mendekati pantai Cemara Labat namun saat ini dipenuhi semak belukar karena tidak adanya perawatan.



b. Telah ada tiang-tiang listrik menuju desa Cemara Labat namun kurang perawatan.



c. Kondisi jalan raya pada umumnya rusak berat.


Upaya memperjuangkan wilayah kecamatan Kapuas Kuala menjadi daerah tujuan wisata di kabupaten Kapuas sangat diperlukan  koordinasi antar dinas / instansi terkait pengembangan pariwisata  karena potensi yang ada sebagian menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perikanan, Dinas Kehutanan, Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian.


Minggu, 10 Juli 2011

TURNAMEN SEPAKBOLA BUPATI KAPUAS CUP 2011 DI DADAHUP

Foto oleh Redy, AMd. Teks oleh Syamsuddin Rudiannoor, S. Sos dan S. Raharjo.
 
 

Dalam upaya menggiatkan pemasyarakatan olah raga sampai ketingkat kecamatan dan desa maka Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas kembali mengadakan kerjasama dengan fihak kecamatan dalam menyelenggarakan Turnamen Sepakbola antar Klub katagori umum Tahun 2011.

 
Kegiatan kompetisi kali ini dilaksanakan untuk tingkat kecamatan Dadahup, dilaksanakan dari tanggal 1 sampai 27 Juli 2011 di Dadahup, diikuti oleh 29 klub sepakbola guna memperebutkan Piala Bupati Kapuas.
 
 
Kompetisi antar klub ini disamping untuk memasyarakatkan olah raga khususnya sepak bola sampai ke pelosok desa di kecamatan Dadahup, juga sebagai upaya memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-66 kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2011.
 
 
Kompetisi sepakbola antar klub untuk kecamatan Dadahup ini dilaksanakan di lapangan sepakbola kecamatan Dadahup, dibuka secara resmi oleh Camat Dadahup, didampingi oleh yang mewakili Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas, S. Raharjo dan Drs. Erwin.
 


Bagi kesebelasan yang berhasil meraih predikat juara dalam ajang sepak bola ini akan memperoleh tropy tetap Bupati Kapuas bagi juara I, II dan III.



Dengan terselenggaranya kompetisi ini semoga dapat menjadi motivasi berbagai fihak seperti fihak kecamatan, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas, PSSI Cabang Kapuas dan fihak lainnya sehingga penyelenggaraan tahun ini akan terus berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

Minggu, 03 Juli 2011

TURNAMEN SEPAKBOLA BUPATI KAPUAS CUP 2011 DI MANDOMAI

Foto oleh Redy, AMd. Teks oleh Syamsuddin Rudiannoor, S. Sos dan S. Raharjo.



Kabupaten Kapuas menyelenggarakan Turnamen Sepakbola antar Klub untuk katagori umum Tahun 2011. Kegiatan tingkat kabupaten ini mengambil tempat penyelenggaraan di Lapangan Sepakbola Kompleks SMP Negeri 1 Mandomai, kecamatan Kapuas Barat.



Kompetisi antar klub ini dilaksakanan disamping untuk memasyarakatkan olah raga ke tingkat kecamatan dan desa, juga sebagai upaya memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-66 kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2011.



Acara pembukaan dilaksanakan hari Sabtu tanggal 2 Juli 2011 oleh yang mewakili Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas, Drs. Inar, MH, didampingi Camat Kapuas Barat Drs. H. Hidayatullah, S. Ag dan unsur Muspika kecamatan Kapuas Barat.



Turnamen sepakbola ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 2 sampai 27 Juli 2011, diikuti oleh 22 klub sepakbola se kabupaten Kapuas dan memakai sistem gugur.



Kejuaraan ini memperebutkan tropy tetap Bupati Kapuas bagi para juara I, II dan III.



Dengan terselenggaranya kompetisi di ibukota kecamatan Kapuas Barat maka kesemarakan Mandomai ini semoga dapat memotivasi kecamatan lain untuk penyelenggaraan tahun-tahun mendatang.