Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 26 Januari 2012

Live TVRI Kalteng Acara “KEBA” tentang Visit Kapuas Year 2012


Kepala Dinas  Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas, Drs Raden Ledi Karsapati R Mathias akan hadir di TVRI Kalimantan Tengah sore kamis, tanggal 18 Januari 2012 Pukul 16.30 WIB dalam acara interaktif  “KEBA” (Kesah Budaya) dengan topik  “Visit Kapuas Year 2012″.

Sehubungan siaran live Visit Kapuas Year 2012 tersebut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas akan memaparkan beberapa langkah yang dilaksanakan Kabupaten Kapuas terkait pembangunan dan pengembangan kepariwisataan daerah.


Dalam kesempatan bincang budaya ini Kabupaten Kapuas akan menampilkan 2 (dua) tarian daerah yaitu “Manantilang Sial Gawi Kawe Dahiang Baya” dan “Tabuh Tiwah” oleh Sanggar Tari Tingang Menteng Pahunjung Tarung Kuala Kapuas Pimpinan Erliansyah Narpan M Apoi.


Sebagai mana diketahui, pimpinan Sanggar Tingang Tingang Menteng Pahunjung Tarung Kuala Kapuas Erliansyah Narpan M Apoi adalah putra dari mantan Damang Balai Adat Kuala Kapuas yang juga pimpinan Sanggar Tari Balai Adat, Narpan M Apoi, yang sangat dikenal kiprah kebudayaannya pada era tahun tujuh puluh sampai sembilan puluhan.

Semoga melalui acara KEBA ini kegiatan Pariwisata di Kabupaten Kapuas dapat dikenal oleh masyarakat luas dan  sukses juga akan diraih dengan menjadikan tahun 2012 sebagai tahun kunjungan wisata Kapuas.


Sekedar tambahan informasi, pada live KEBA TVRI Kalteng yang baru ditayangkan Kamis yang lalu, kekhasan Kabupaten Kapuas “LALUHAN” juga telah diperbincangkan dengan mengetengahkan nara sumber muda budayawan Kuala Kapuas “DEDON”.

Rabu, 25 Januari 2012

Live TVRI Kalteng Acara “KEBA” tentang Visit Kapuas Year 2012


Kepala Dinas  Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas, Drs Raden Ledi Karsapati R Mathias akan hadir di TVRI Kalimantan Tengah sore kamis, tanggal 18 Januari 2012 Pukul 16.30 WIB dalam acara interaktif  “KEBA” (Kesah Budaya) dengan topik  “Visit Kapuas Year 2012″.

Sehubungan siaran live Visit Kapuas Year 2012 tersebut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas akan memaparkan beberapa langkah yang dilaksanakan Kabupaten Kapuas terkait pembangunan dan pengembangan kepariwisataan daerah.


Dalam kesempatan bincang budaya ini Kabupaten Kapuas akan menampilkan 2 (dua) tarian daerah yaitu “Manantilang Sial Gawi Kawe Dahiang Baya” dan “Tabuh Tiwah” oleh Sanggar Tari Tingang Menteng Pahunjung Tarung Kuala Kapuas Pimpinan Erliansyah Narpan M Apoi.


Sebagai mana diketahui, pimpinan Sanggar Tingang Tingang Menteng Pahunjung Tarung Kuala Kapuas Erliansyah Narpan M Apoi adalah putra dari mantan Damang Balai Adat Kuala Kapuas yang juga pimpinan Sanggar Tari Balai Adat, Narpan M Apoi, yang sangat dikenal kiprah kebudayaannya pada era tahun tujuh puluh sampai sembilan puluhan.

Semoga melalui acara KEBA ini kegiatan Pariwisata di Kabupaten Kapuas dapat dikenal oleh masyarakat luas dan  sukses juga akan diraih dengan menjadikan tahun 2012 sebagai tahun kunjungan wisata Kapuas.


Sekedar tambahan informasi, pada live KEBA TVRI Kalteng yang baru ditayangkan Kamis yang lalu, kekhasan Kabupaten Kapuas “LALUHAN” juga telah diperbincangkan dengan mengetengahkan nara sumber muda budayawan Kuala Kapuas “DEDON”.

Rabu, 18 Januari 2012

GEREJA TUA MANDOMAI

Salah satu peninggalan budaya yang dimiliki Kabupaten Kapuas dan cukup menarik perhatian dari sisi historis adalah Gereja Tua di Mandomai, Kecamatan Kapuas Barat. Gereja ini didirikan pada tahun 1855 oleh Pendeta Wiegand dan istrinya.


Setelah era itu berlalu maka pada tahun 1870 gereja kemudian dilanjutkan pengelolaannya oleh C.C. Mendrich.


Pada tahun 1876, atas bantuan Zending Bremen gereja Mandomai ini memperoleh bantuan 3 (tiga) buah mozaik. Ternyata kemudian mozaik sejenis hanya ada 2 (dua) buah saja di seluruh dunia yaitu mozaik milik Gereja Tua Mandomai dan yang tersisa di Bremen, Jerman.


Para pemeluk Kristen generasi awal di Mandomai antara lain keluarga Mihing, Pembantu Pendeta Deniger di Palingkau, keluarga Djatta, Sandan dan Guru Yohanes Ahad.


Sejak tahun 1925 aktivitas misi diserahkan kepada Zendind Basel Swiss. Selanjutnya pada bulan April tahun 1935 gereja tua Mandomai kemudian diberi nama Gereja Dayak Evangelis yang seterusnya berkembang menjadi cikal bakal lahirnya Gereja Kalimantan Evangelis (GKE).

Adapun bumiputra Dayak yang ditasbih adalah Pendeta T.I. Dingang, Edward Dohong, Rudolf Kiting, Madimas Blantan dan Pendeta Gerson Akat.

SANDUNG SUNGAI PASAH



Sandung adalah bangunan mini berbentuk rumah yang khusus dibuat untuk tempat penyimpanan tulang-belulang. Tulang belulang yang disimpan di dalam sandung adalah berasal dari jenazah leluhur suku Dayak yang sudah menjalani prosesi kematian “KAHARINGAN” yang dinamakan upacara Tiwah.


Sandung Sungai Pasah adalah situs budaya suku Dayak Ngaju milik keluarga Drs. Talinting Erick Toepak mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas. Sandung ini terletak di Kelurahan Sungai Pasah,  Kuala Kapuas seberang. Lokasi sandung berada dalam kompleks Betang Sungai Pasah dan tidak jauh dari jalan Trans Kalimantan poros Kuala Kapuas – Banjarmasin. Dan jarak sandung ini dari kota Kuala Kapuas hanya sekitar 5 km.


Tulang belulang yang tersimpan di dalam Sandung Sungai Pasah adalah 7 (tujuh) orang leluhur, yaitu :
  1. Patih Andoeng
  2. Malik bergelar Raksa Patih I
  3. Bahar bergelar Raksa Patih II
  4. Lamboeng
  5. Hanjoeng
  6. Toepak
  7. Ramin

Menurut sejarahnya Sandung Lamboeng, Hanjoeng, Toepak dan Ramin di Tiwah pada tanggal 1 Februari 1936 dan telah dua kali mengalami pemugaran.


Dahulunya di sekitar lokasi Sandung merupakan kompleks Rumah Betang yang didirikan pada tahun 1806. Rumah betang inilah cikal bakal dan bangunan pertama kota Kuala Kapuas sehingga betang dan sandung ini merupakan benda budaya yang bernilai sejarah tinggi bagi Kabupaten Kapuas dan kota Kuala Kapuas.

Selasa, 17 Januari 2012

KAPAL SUSUR SUNGAI KAPUAS SEGERA TERWUJUD

Membaca kembali Banjarmasinpost.co.id – Jumat, 16 Juli 2010 dikabarkan Pemkab Kapuas melakukan persiapan untuk penyambutan rombongan Susur Sungai Barito-Kahayan yang gelar Banjarmasin Post Group pada 17-19 Juli 2010.


Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan Umum pada saat itu, Lesmiriadi, menggelar pertemuan dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Kamis (15/7/2010).  “Kami ingin memberikan yang terbaik antara lain menyuguhkan tari penyambutan adat Dayak beberapa saat setelah rombongan tiba di dermaga guest house,” ujar Lesmiriadi.


Rombongan susur sungai yang berangkat dari Banjarmasin pada Sabtu pukul 09.00 Wita, diperkirakan tiba di Kuala Kapuas pada Sabtu (17/7/2010) pukul 13.00 WIB. Mereka akan dijamu makan siang di kafe terapung. Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk beramah tamah dengan Bupati HM Mawardi serta pejabat setempat.


Selaku pendukung kegiatan, Lesmiriadi mengatakan kegiatan tersebut memberi inspirasi bagi Pemkab Kapuas untuk menghidupkan pariwisata air. “Kapuas memiliki banyak sungai tapi belum dikembangkan. Susur sungai ini memberikan inspirasi kepada kami bahwa potensi ini sebenarnya cukup menjanjikan,” kata dia.


Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kapuas pada waktu itu Drs. Edy Lukman Hakim mengatakan pada 2011 pihaknya berencana membuat sebuah kapal wisata untuk mempermudah wisatawan lokal dan asing menikmati keindahan Sungai Kapuas yang beberapa puluh tahun silam pernah berjaya.


Kemudian Bupati Kapuas juga menyatakan keinginan Pemerintah Kabupaten Kapuas merealisasikan pembuatan Kapal Susur Sungai pada Malam Ramah Tamah antara Pemerintah Kabupaten Kapuas dengan Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada di Kuala Kapuas (11/2/2011).


Maka sebagai tindak lanjutnya pada tahun 2011 dilaksanakanlah pembuatan Kapal Susur Sungai Tahap I dengan pagu Rp. 700.000.000,- .


Memasuki tahun 2012 ini Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Kapuas kembali akan meneruskan pembangunan Tahap II Kapal Susur Sungai dengan menyediakan anggaran sebesar Rp. 1  Miliar. Dengan tersedianya pagu anggaran  tersebut diharapkan kapal susur sungai Kabupaten Kapuas akan segera operasional dan sangat diharapkan bisa selesai pada Ulang Tahun Kapuas bulan Maret 2011.


KUALA KAPUAS SEGERA MILIKI WAHANA PERMAINAN WATER BOOM

 


Borneo News online edisi Senin tanggal 14 Februari 2011 menurunkan berita (Ant/I-2) bahwa Kapuas akan membangun Wahana Permainan. Katanya pembangunan tahap pertama wahana permainan keluarga berupa waterboom akan dimulai tahun ini dengan dana sebesar Rp1,85 miliar. “Dana yang bersumber dari dana APBD Kapuas tahun anggaran 2011 itu digunakan untuk pembangunan tahap pertama yaitu pembuatan kolam bermain,” kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kapuas, Paulus K Manginte di Kuala Kapuas, Jumat (11/2).


Namun apa yang dicita-citakan dibangun tahun 2011 belum mampu diwujudkan. Berdasarkan berita Kalteng Pos.web.id Jumat, 13 Januari 2012 13:51:14 WIB  “WATERBOOM DIBANGUN TAHUN INI”: Harapan warga kota Kuala Kapuas untuk memiliki wahana bermain akan segera terwujud. Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kapuas tahun ini akan membangun wahana bermain water boom. Wahana yang rencananya dibangun dengan megah itu akan dibangun di atas lahan seluas 2 hektar dengan desain modern. Kabid Cipta Karya DPU Kapuas Paulus Manginte mengungkapkan pembangunan water boom itu akan dilakukan beberapa tahap. “Untuk tahap awal ini disediakan dana Rp1 miliar,” kata Paulus kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (12/1).


Kegiatan untuk pembangunan tahap awal itu meliputi, pematangan lahan dan pembuatan wahana bermain. Dia mengungkapkan, total dana secara keseluruhan untuk pembangunan wahana bermain itu diperkirakan mencapai Rp 7 miliar. “Ada beberapa fasilitas di wahana tersebut seperti areal parkir, kolam renang, tempat bermain dan tempat bersantai,” ujarnya. Dengan dibangunnya wahana hiburan itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk berekreasi bersama keluarga. Selama ini warga Kuala Kapuas banyak yang menikmati libur akhir pekan ke luar daerah. Jika wahana tersebut sudah fungsional tentu diharapkan juga dapat mendongkrak PAD dari sektor tersebut.

Senin, 09 Januari 2012

ANEKA OLAHAN KELAKAI (2)


Kelakai merupakan tumbuhan liar yang dijadikan sayuran oleh masyarakat. Tumbuhan hutan sejenis paku-pakuan ini tumbuh di lahan bergambut yang banyak dijumpai di Kabupaten Kapuas dan Kalimantan Tengah pada umumnya. 
 
Selain Juhu Kelakai, tumis kelakai merupakan olahan lain dalam khazanah kuliner masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Berikut disajikan resep Tumis Kelakai sebagai aneka olahan kelakai bagian kedua.
 

TUMIS KELAKAI
Bahan :
             -  Daun yang masih muda atau pucuk kelakai
 Bumbu :
            -   Bawang merah
            -   Bawang putih
            -   Garam
            -   Gula/penyedap rasa kalau suka
            -    Merica
Cara Membuat :
            - Bersihkan kelakai, ambil daun yang muda saja.
            - Kupas bawang merah dan bawang putih, iris tipis-tipis.
            - Tumis irisan bawang dengan sedikit minyak goreng, setelah harum masukkan daun
               kelakai, tambahkan gula / garam secukupnya ,masak sampai matang.
            - Siap disajikan.
Juhu Kelakai dan Keripik Kelakai yang dikembangkan oleh Flamboyan 108 Kuala Kapuas selama ini sedikit banyak telah membuat kuliner khas Dayak ini dikenal luas dan memperoleh apreasiasi yang baik. 


Baru-baru ini KOKI CILIK Trans-7 berkenan singgah di Kuala Kapuas dan shooting pembuatan Keripik Kelakai dan Juhu Kelakai. 
Insya Allah Trans-7 akan menayangkan KERIPIK KELAKAI dan JUHU KELAKAI pada hari Kamis tanggal 19 Januari 2011 Pukul 14.25 WIB.

KULINER KHAS DAYAK NGAJU KUALA KAPUAS(1)



 
HUTAN KALAKAI
 
 
Kelakai merupakan tumbuhan sayuran hutan sejenis paku-pakuan yang tumbuh liar di wilayah lahan bergambut yang banyak dijumpai di Kabupaten Kapuas pada khususnya dan Kalimantan Tengah pada umumnya. 

Juhu kelakai merupakan sayur olahan khas masyarakat Dayak pada umumnya, dan sangat terutama olahan sayur kelakai merah yang diberikan untuk konsumsi ibu hamil dan seusai melahirkan. Hal ini diyakini mampu memberikan manfaat besar bagi wanita dan kebiasaan ini dikenal sebagai peninggalan kolonialis Belanda. 

Kelakai dapat dimasak menjadi beragam jenis masakan, seperti juhu/sayur kelakai (sejenis sayur berkuah bisa dengan santan ataupun tidak), tumis kelakai ataupun  sop kelakai.

Berikut ini resep cara pengolahan sayur kelakai bagian pertama.


 
JUHU KELAKAI
Bahan :
  • Daun yang masih muda atau pucuk kelakai
  • Buah waluh/labu kuning
  • Santan kental (kalau suka) secukupnya
 
Bumbu :
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Kemiri
  • Garam
  • Gula/penyedap rasa kalau suka
  • Merica
 
Cara Membuat :
  • Bersihkan kelakai, ambil daun yang muda saja. Kupas labu kuning, potong kecil-kecil atau menurut selera.
  • Haluskan semua bumbu.
  • Tumis bumbu dengan sedikit minyak goreng, setelah harum masukkan potongan labu kuning, tambahkan sedikit air, masak sampai labu matang.
  • Setelah labu matang tambahkan santan kental, masak sampai mendidih.
  • Siap disajikan.
  • Juhu kelakai ini juga bisa ditambahkan ikan gabus/haruan panggang. Menambahkan ikan panggang berbarengan pada saat menambahkan santan.
Catatan : apabila tidak suka bersantan dapat diganti dengan air biasa.
Resep oleh Siti Fitriati, SP

Resep ini telah dipraktekkan dalam shooting Koki Cilik Trans-7 dan akan tayang pada hari Kamis, 19 Januari 2011 Pukul 14.25 WIB.